Kemuning Senja di Beranda Mekah

Kemuning Senja di Beranda Mekah
Model : 010KSBM
ISBN : 010
Spesifikasi :
Poin Hadiah: 0
Stok: ada (apa ini?)
Harga: Rp.35.000 Rp.28.000
Harga super hemat: Rp.28.000
Qty:  Beli
   - atau -   

Kemuning Senja di Beranda Mekah

Segala puji hanya milik Allah, yang tidak pernah menyia-nyiakan siapapun yang mengharapkan keridhaan-Nya, dan tak pernah menampik siapa pun yang memanjatkan doa kepada Nya.

Ini adalah sebuah kisah sederhana, sekilas yang terlintas dibenak saya adalah sebuah langit senja kemerahan di Beranda Mekah Al Mukaromah :-D ternyata bukan itu. Sebuah kisah nyata yang penuh hikmah dan ibrah yang patut untuk diteladani.

Siapa pun kita, tentu tahu kesucian sebuah pernikahan. Tanpa kesucian itu, pernikahan tak akan terbedakan dengan zina.

Rafiqoh, gadis muda bermata biru dengan kecantikan yang natural yang sanggup bersabar dengan setiap peristiwa hebat dalam kehidupannya. Dibesarkan dalam lingkungan kaya dan selalu tercukupi, tidak membuat rafiqoh sombong dan bergaya hidup hedonis seperti keluarganya. Justru bergaul dengan anak-anak kampung dibelakang komplek perumahannya yang elit membuat Rafiqoh selalu tampil dalam kesederhanaan dan religius. Heryani dan sang kakak, Aziz, dua anak ustad dikampung tersebut yang akrab dan sabar mengajak Rafiqoh untuk terus memperdalam agama islam. Rafiqoh pun turut berubah, pelan-pelan sikapnya yang santun dan cara berpakaiannya telah mencerminkan bahwa dirinya muslimah sejati. Hal ini membuat Pak Broto dan Bu Broto, orang tua Rafiqoh, geram. Suasana keseharian yang tak pernah sepi dari perdebatan. Namun, Rafiqah tetap menunjukkan keteguhan prinsipnya. Perjodohan dengan seorang pebisnis muda nan kaya pun akan dilakukan oleh kedua orang tua Rafiqah agar anaknya bisa merubah sikap dan prinsip hidupnya. Pemuda bernama Pramono sangat terpikat dengan kecantikan Rafiqah dibalik pakaian yang syar’I itu. Padahal sama sekali Rafiqah tidak ingin menikah dengan pemuda itu, bukan karena Rafiqah baru saja lulus dari SMA, tetapi kepribadian Pramono yang tak jauh berbeda dengan ayahnya. Namun ayah Rafiqah tetap memaksa, berusaha membujuk Rafiqah untuk menikah dengan Pram, karena dipandangan kedua orang tua Pram adalah lelaki yang cukup baik, tidak seperti rekan-rekan pebisnis muda kawan ayahnya yang lain.

Rafiqah sebagai anak yang taat pada kedua orang tuanya tak bisa berbuat apa-apa. Rafiqah pun menuruti kemauan orang tuanya untuk menikah dengan Pramono. Rafiqah harus menerima kenyataan, menikah dengan pria yang sama sekali tidak dicintainya dan sama sekali jauh dari sosok yang diidam-idamkan. Semua nya ia pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa. Hanya kepadaNya lah Tawakal itu berlabuh.

Bagaimana pun Pram masih tergolong muslim yang cukup baik dikalangan masyarakat awam. Terbukti ia senang mendapatkan kesempatan untuk menyunting Rafiqah gadis yang bukan hanya dilihat kecantikannya tapi berpakaiannya juga. Rafiqah melihat Prams seorang yang masih mau untuk memperbaiki diri. Rafiqah berdoa semoga pilihannya menjadi kebaikan di dunia dan diakhirat.

Ketidakserasian dalam rumah tangga muncul dengan hebatnya. Prams dan Rafiqah pasangan yang memiliki prinsip masing-masing yang sangat berbeda, Prams masih berprinsip moderat ala barat misalnya bisnis pembangunan diskotik yang akan ditempatkan di dekat mall padahal sebelahnya ada masjid dll sedangkan Rafiqah memegah teguh syariat islam. Rafiqah merasa bagai dikurung di tengah kobaran api, sesungguhnya ia punya kesempatan untuk keluar dari kobaran itu, namun berharap kobaran itu akan padam sendiri. Bahkan prams yang merasa sulit beradaptasi dengan Rafiqah juga sama sekali tidak menginginkan perceraian. Karena sikapnya itu Rafiqah masih sanggup untuk bertahan.  Dengan penuh kesabarannya untuk taat dan patuh kepada suami Rafiqah selalu berdoa agar Prams dibukakan hatinya dan kembali kejalan yang benar.

Suatu saat Rafiqah dikunjungi oleh sahabat lamanya Heryani, sahabat yang bertahun-tahun sudah tak jumpa. Percakapan yang sangat mengejutkan Prams dibalik ruang tamu, Rafiqah tak pernah sekata pun menceritakan keburukan suami nya. Prams yang mendengarkan percakapan kedua wanita itu menjadi haru, hingga meneteskan air mata mendengar ucapan-ucapan yang arif dari mulut istrinya. Istri yang amat dicintainya. Kepatuhan terhadap suaminya ternyata semulia itu. Justru dia yang nyaris menjerumuskan wanita suci ke lembah kenistaan, nyaris membuat istrinya berbuat maksiat.

“Manusia itu ibarat logam mulia (seperti emas dan perak) Yang terbaik di masa jahiliyah, akan menjadi terbaik dimasa islam. Jika mereka berilmu”

Karena kesabaran dan keshalihan Rafiqah, Prams pun mengikuti jejak Rafiqoh menuju manhaj yang haq. Sayang, keindahan rumah tangga Pramono-Rafiqoh tidak dapatberjalan mulus. Manakala hati telah terpaut dan ibadah bersama terasa begitu indah, hanya dalam waktu 4.5 bulan mereka harus merasakan perpisahan yang begitu pahit. Mereka dipisahkan dengan sebuah kematian. Pramono telah menyambut panggilan yang Maha Kuasa..

 

bagaimana kisah selanjutnya..

Kisah apa yang terjadi di Beranda Mekah?

Cerita ini bagian dari kisah rakyat Aceh yang mungkin sebagian masih menyisakan kepedihan karena teguran Allah melalui badai Tsunami.

Silahkan dibaca sendiri ya…. semoga Allah memberi kelapangan hati dan pikiran untuk menerima semua ilmu yang haq dan memperkuat keimanan kita.. aamiin..

Tulis ulasan

Nama Anda:


Ulasan Anda: Note: HTML is not translated!

Rating: Buruk            Baik

Masukkan kode dalam kotak di bawah ini: